Analisi Spektrofotometri UV vis

Komentar

  1. Pada jurnal yang ditunjukkan bahwa penetapan kadar parasetamol yang dilakukan menghasilkan kadar yang tidak sesuai dengan kadar sediaan obat menurut farmakope indonesia edisi IV yaitu tidak kurang dari 90,0% dan tidak lebih dari 110%. Sedangkan pada jurnal yang saya dapat, dimana sama-sama menggunakan sampel parasetamol sediaan tablet untuk mengukur kadar obat menggunakan spektrovotometri ultraviolet menunjukkan kadar rata-rata yang sesuai menurut farmakope indonesia edisi IV. Dan dari jurnal lain yang saya baca ternyata pengujian dimulai dengan preparasi dan pengenceran sampel. Semakin tinggi kepekatan larutan sampel, maka semakin tinggi tingkat pengencerannya. Dimana tingkat pengenceran disesuaikan melalui tahap interpolasi sampel. Interpolasi dilakukan untuk memastikan absorbansi dari sampel berada dalam kisaran absorbansi kurva baku. Yang dimana absorbansi yang melewati kisaran kurva baku linieritasnya akan berkurang, mengakibatkan kesalahan pada estimasi konsentrasi paracetamol dalam sampel. Jadi, bagaimana absorbansi bisa sangat berpengaruh pada hasil kadar yang didapatkan pada penentuan kadar parasetamol?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penentuan kadar parasetamol sering dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri, di mana cahaya melewati larutan yang mengandung parasetamol, dan absorbansi diukur dengan detektor. Semakin banyak parasetamol dalam larutan, semakin banyak cahaya yang diserap, dan semakin tinggi absorbansinya.

      Namun, absorbansi juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kepekatan larutan, panjang jalur optik (jarak yang dilalui cahaya melalui larutan), dan karakteristik instrumen spektrofotometer yang digunakan. Jika tidak dikontrol dengan baik, faktor-faktor ini dapat menyebabkan kesalahan dalam pengukuran absorbansi, dan pada akhirnya, kesalahan dalam penentuan kadar parasetamol.

      Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa kondisi pengukuran absorbansi terkendali dengan baik, termasuk mengukur absorbansi pada panjang gelombang yang tepat dan memastikan bahwa larutan yang diukur memiliki kepekatan yang sesuai dengan rentang linieritas instrumen spektrofotometer yang digunakan. Dalam praktiknya, keakuratan penentuan kadar parasetamol juga akan dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti kebersihan alat, pengambilan sampel, dan keterampilan operator.

      Hapus
  2. Didalam video penyaji dijelaskan spektrofotometer UV-Vis dapat
    digunakan untuk menetukan kadar campuran suatu zat dengan metode simultan.
    Sedangkan didalam jurnal lain saya menemukan informasi bahwa Penetapan kadar ini bertujuan untuk
    menjamin mutu serta keamanan suatu produk
    obat.
    Nah pertanyaan saya bagaimana cara melihat mutu suatu obat tersebut berdasarkan hasil spektrofotometri uv vis yang diperoleh ?
    Dan dari jurnal yang saya baca Pada penetapan kadar parasetamol
    digunakan limit deteksi (LOD) untuk melihat
    kosentrasi terendah yang masih dapat
    terdeteksi oleh suatu alat. Sedangkan pada video penyaji tidak ada digunakan LOD dalam penetapan kadarnya.
    Pertanyaan saya apakah penggunaan LOD dengan yang tidak menggunakan LOD dalam penetapan kadar suatu sampel dapat mempengaruhi hasil kadar yang diperoleh ?

    BalasHapus

Posting Komentar